Tumis-tumisan ala rijeg: Cumi dan kangkung

•August 4, 2014 • Leave a Comment

Halooooooo

Akhirnya punya keinginan buat posting resep lagi.

Kali ini mau berbagi resep so-called Cumi saus padang dan tumis kangkung ala rijeg.

Saya udah nyoba masak menu di atas 2 kali tapi yang satu dengan daun bawang-cabe keriting-larutan terigu dan satunya ngga.

Berikut gambarnya:

Dengan daun bawang-cabe keriting-larutan terigu

Dengan daun bawang-cabe keriting-larutan terigu

Tanpa daun bawang-cabe keriting-larutan terigu

tanpa daun bawang-cabe keriting-larutan terigu

Bahan tumis kangkung:

1. Kangkung

Potong-potong dan bersihkan

2. Irisan bawang bombay, cabe rawit, tomat dan bawang putih cincang

3. Saori saus tiram secukupnya

4. Minyak goreng / margarin untuk menumis

Cara membuat tumis kangkung:

Panaskan minyak goreng/ margarin lalu tumis irisan bawang bombay, cabe rawit, tomat dan bawang putih cincang sampai harum. Masukan kangkung lalu aduk-aduk hingga merata dengan tumisan awal. Tambahkan saori saus tiram lalu masak hingga matang. Angkat dan hidangkan.

 

Bahan cumi saus padang:

1. Cumi sero (bisa yang besar atau yang kecil, bersihkan lalu potong-potong seperti gambar di atas)

2. Irisan bawang bombay, cabe rawit dan bawang putih cincang

3. Saus tomat secukupnya

4. Saus tiram secukupnya

5. Air secukupnya

6. Lada hitam

7. Penyedap rasa (royco) secukupnya

8. Minyak goreng / margarin untuk menumis

Cara membuat cumi saus padang:

Panaskan minyak goreng / margarin lalu tumis irisan bawang bombay, cabe rawit dan bawang putih cincang hingga harum. Masukan potongan cumi sero, aduk-aduk sebentar, tunggu beberapa saat lalu masukan air secukupnya. Masak hingga air mendidih, lalu masukan saus tomat, saus tiram, lada hitam dan penyedap rasa (royco), masak hingga matang. Angkat dan hidangkan.

 

Resep dan cara membuat di atas itu yang tanpa daun bawang, potongan cabe rawit dan larutan terigu tapi udah oke banget dan memang cocok dimakan bareng sama nasi putih hangat yang masih mengepul.

🙂

Sandwich ala Rijeg

•July 23, 2014 • Leave a Comment

Sebenarnya lagi sibuk, tapi tetep gatel buat update blog.

Kali ini mau share resep Sandwich ala Rijeg yang pernah saya buat sebagai menu Sahur praktis untuk dimakan bersama Suami.

Bahan yang disiapkan:

1. 2 lembar Roti tawar Sariroti tanpa pinggiran (yang ada pinggiran juga gapapa sih, ini cuma lagi kepengen aja)

2. Isian Hamburger Farmhouse

3. Kraft Singles slices

4. Telur

5. Minyak untuk menggoreng

6. Saus sambal extra pedas ABC (atau sesuai selera)

7. Boncabe original level 15 (atau sesuai selera)

Langkah pembuatan:

1. Goreng telur (mata sapi) dan isian Hamburger Farmhouse hingga matang. Sisihkan.

2. Taruh 1 lembar roti tawar di atas alas, lalu tumpuk dengan 1 slice Kraft Singles, telur mata sapi, isian Hamburger Farmhouse dan beri saus sambal ABC dan taburan boncabe secukupnya. Lalu tutup dengan 1 lembar roti tawar. Sudah.

Gampang kan? Berasa maen masak-masakan jaman bocah 😀

Dan ini gambar hasil sandwich ala Rijeg,

sandwich ala Rijeg

sandwich ala Rijeg

Sampai bertemu di resep berikutnyaaa 🙂

Lalalalalala.. Masak

•July 22, 2014 • Leave a Comment

Sudah setahun lebih kali ya ga update atau sekedar post apa gitu di sini.

Berhubung sudah menikah, semakin (sok) sibuk dan mungkin karena sudah tambah dewasa (lol) jadinya sekarang punya hobi baru yaitu masak-apa-gitu-bole-nyontek-resepnya-dari-internet.

Di postingan kali ini mau coba share cara bikin “Rijeg Maki”.

Rijeg = nama panggilan saya recenty.

Maki = menggulung.

Rijeg Maki kali ini lebih berwarna karena dalam rangka mengosongkan isi kulkas.

 

Yang harus disiapkan:

# Nori lebar (beli di hypermart / farmers market)

# Gulungan sushi (kalau ga punya bisa pakai plastik bening sebagai alas dan gulungan)

# Nasi:

1. Beras dan beras ketan

2. Royco rasa ayam

3. Minyak goreng secukupnya

Cara Memasak:

Cuci beras dan beras ketan sampai bersih, sebelum dimasak di magicom kasi royco rasa ayam dan minyak goreng secukupnya, lalu aduk-aduk. Masak hingga matang.

 

Sambil nunggu nasinya matang, siapin isian Rijeg Maki ini.

# Isian:

1. Telur dadar

Resep telur dadar mah udah pada tau lah ya. Tinggal kocok lepas telur, taburi irisan bawang merah atau bawang bombay atau bawang daun dan bawang putih, kasi garem dan gula atau even royco rasa ayam lebihan masak beras tadi, irisan cabe rawit dan biar agak tebal kasi sedikit tepung terigu. Aduk-aduk lagi terus masak di penggorengan. Dinginkan, terus iris-iris persegi panjang.

2. Daging hamburger farmhouse

Kenapa pake ini? Karena sebelumnya saya bikin sandwich yang isiannya hamburger farmhouse, jadi ini semacam lebihannya. Digoreng sampai matang, terus iris-iris memanjang juga.

3. Timun

Ini sama, tinggal diiris-iris ukuran korek api.

4. Tomat

Yes, kali ini pake tomat. Diiris persegi panjang juga.

 

# Saus cocolan

1. Kecap Asin ABC (biar hemat tapi memang jadi asin tapi tetep OK)

2. Irisan cabe rawit biar pedesnya nendang.

 

Setelah semuanya siap, giliran menggulung semuanya.

1. Taruh nori lebar di atas gulungan sushi

2. Ratakan nasi yang sudah matang, tapi jangan sampai semua permukaan nori tertutup

3. Taruh isian tadi di dekat ujung nori yg tertutup nasi

4. Gulung sambil ditekan-tekan sampai terasa semuanya padat menyatu

5. Sudah. Ambil lalu potong-potong biar cantik.

 

And here’s the picture of mine. Lumajan lah ya..

Rijeg Maki

 

Dan from now on, saya akan coba share masakan-masakan Rijeg yang lain biar blog nya hidup kembali 🙂

Light Bearer

•February 25, 2013 • Leave a Comment

Yap, akhirnya bisa sekedar posting sesuatu di blog menyedihkan ini.

Ingin sedikit menulis mengenai satu band bernama Light Bearer yang selalu masuk dalam playlist favorit dan belakangan baru mengeluarkan album baru yang benar-benar Long Play berjudul Silver Tongue.

Back in the days when i really fall for a band called Planks (Germany rules!!) di mana saya baru mulai tergerak kembali untuk mencari band baru untuk sekedar mengisi playlist yang sudah lama tidak ter-update. Sepertinya album-album Planks (The Darkest of Grays (the best!!), Funeral Mouth, split album with Lentic Waters) berhasil membuat saya semakin greedy dalam mencari referensi band sejenis. Dan yaa, untuk saat itu seperti biasa hanya Last.fm yang bisa diandalkan. Similar artists dari Planks seperti Lenctic Waters, Downfall of Gaia, Alpinist (ini sih udah tau duluan), Vestiges, Masakari (idem sama Alpinist) dan Light Bearer yang menjadi objek ke-greedy-an saya. Saat pertama mendengar Light Bearer hanya ber-oh-begitu saja karena memang dengarnya saat bekerja sambil mengerjakan report. Baru bisa mengerti konsep dari mereka saat di perjalanan menuju Bandung menggunakan bis primajasa. Selama di perjalanan itu saya hanya memutar lagu-lagu Light Bearer dari album Lapsus dan split album mereka bersama band bernama Northless. Sejak saat itu lagu dari mereka yang berjudul Primum Movens (dari album Lapsus) dan Celestium (dari split album bersama Northless) menjadi top tracks saya.

Primum Movens:

 

Mendengar lagu-lagu Light Bearer itu seperti berpetualang. Kadang dibawa santai, tenang, kadang dibawa cepat, marah dan sedih (entah ada faktor external yang mempengaruhi sehingga ada efek seperti itu). Beautiful!!

Saat release time untuk album Silver Tongue, band baik hati ini mengupload lagu-lagu barunya di bandcampnya yang bisa didownload secara gratis atau didownload dengan cara memberi donasi (amount yg mau didonasikan bebas). And i donated to this, really can’t help myself. Walaupun sedikit, tapi rasanya puas bisa sekedar mensupport band yang saya suka dan sudah menghibur saya selama ini dengan lagu-lagu indahnya. Dan untuk yang mau sedekar mencoba mendengar atau download gratis bisa mampir ke wordpressnya mereka di sini Light Bearer WordPress

Di album Silver Tongue ini konsepnya seperti percakapan antara uumm, untuk lengkapnya bisa mampir ke sini saja lah ya Silver Tongue lyrics

The new album is still beautiful. Dan benar-benar long play yang jelas. Beautiful is This Burden dan Aggressor & Usurper menjadi track favorit saya di album ini.

Hmm.. Sudah tidak ada ide lagi.

 

 

Light Bearer

Last.fm: http://www.last.fm/music/Light+Bearer

WordPress: http://lightbearerband.wordpress.com/

Bandcamp: http://lightbearer.bandcamp.com/

Huh?

•August 28, 2012 • Leave a Comment

Boss will be boss..

Di bawah adalah beberapa kalimat yang saya dapat hari ini. Entah sedang sensitif, entah bagaimana, kalimat-kalimat itu masih bisa saya ingat dengan cukup baik,

1. “You always make a big loss..”

My reaction: (TF, did i just hear? Always, he said. ALWAYS!! Dammit, it’s month end!! And it’s because that sickfark system rate, that IDR balance and THAT long holiday! Not me, you greedy bastard!! – di dalam hati doang tapi)

2. (Insert long sigh here) “Why is it at 9.570? Last week’s not this big. Have you checked with other bank?”

My reaction: (Dat face mode, GAH!!) “It’s bla bla bla because bla bla bla. I’ve already checked with bla and this 9.570 is better and yes, last week is only at 9.49something bla bla bla bla bla” (……. and fyi, i’m just a farking Officer!! – di dalam hati doang tapi)

His reaction: *frowning* “So think, how to bla bla bla, not buy it at the end of month, buy it earlier bla bla bla or bla bla bla bla..”

My reaction: DAFUQ!! “Last week we had Idul Fitri holiday so there’s no bla bla bla bla bla bla bla and we have to pay bla bla bla, that’s why we don’t have bla bla bla. For next i’ll buy twice a week if there’s bla bla bla. Once we have bla bla bla i’ll just go buy bla bla bla bla bla bla..”

His reaction: *Sighing* “OK”

My reaction: “Ok, thank you” BAH!!

**************************************************************

Dari November 2011 kemana ajaaaaaaaa!!!!??

TR Conferences – Thailand & Taiwan

•August 12, 2012 • Leave a Comment

TR Conference, event semesteran yang membuat saya terbang ke tempat-tempat keren.

Udah lama sih kejadiannya. TR Conference Bangkok, Thailand terjadi di Oktober 2011  dan untuk Taipei, Taiwan di April 2012 lalu. Great trip for sure, jadi lebih banyak tahu ini itu dan yang jelas bersyukur sekali karena punya kesempatan terbang dan tinggal beberapa hari di 2 tempat keren ini.

Di 7th Treasury Conference Bangkok, Thailand, saya masih canggung because this is my very first TR conference (walaupun sebelumnya udah pernah ketemu sama RTC aka Regional Treasury Centre dan para Treasurer dari berbagai subsidiary untuk wilayah South-East Asia di Foreign Exchange Management System aka FEMS training di Singapore beberapa bulan yg lalu sebelum conference ini, tapi tetap saja rasanya seperti misplace). Di 7th conference ini setiap subsidiary harus mempresentasikan materi Treasury yang berbeda. Saat itu saya mempersiapkan materi tentang Directors Resolution (Board of Directors) untuk ruang lingkup Treasury. Benar-benar “I have no idea what i’m doing” rasanya saat itu. But well, who cares? Yang penting kerjaan beres dan bisa jalan-jalan 😀

And here are some pics from lovely Thailand,

layarnya itu looohh

nyampe Suvarnabhumi langsung centil

tempat pertama yg kita kunjungi di Bangkok

dat place

mejeng dolo

tempat beribadah orang-orang sono

welcome to WAT PO

masih di Wat Po

masih di Wat Po [2]

masih di Wat Po [3]

masih di Wat Po [4]

kamarkuu.. terima kasih kepada Intercontinental Bangkok

kamarkuu [2]

evidence!

mas-mas dari ostrali yang duduk disebelah

ditraktir makan malam sama RTC nya dimari

dateng-dateng disambut patung telanjang dada ini :3

teman-teman dari Samsung Thailand sibuk nyiapin ini itu

suasana saat makan malam.. dipikir-pikir banyak juga orangnya :/

akhirnya bisa nyobain Tom Yam langsung dari negara asalnya

saatnya pulaaang

mejeng lagi :/

Yep, itulah sedikit foto dari banyak foto yang ada di dalam folder.

Di 8th Treasury Conference Taipei, Taiwan lebih oke lagi dan saya sudah mulai terbiasa dengan orang-orang ini.

Masih harus mempersiapkan bahan presentasi dan berhubung yang melakukan presentasi hanya untuk best practice, yang maju kali ini hanya dari Indonesia dan Malaysia saja. Materi nya tentang bagaimana memantain Corporate Card dari proses awal sampai akhir. Materi ini cukup menguras otak-waktu dan membuat saya aktif bertanya ke banyak PIC karena hanya sedikit yang saya tahu, tapi materi ini lebih menyenangkan jika dibandingkan dengan Directors Resolution itu.

Seperti biasa, TR conference selalu menjadi ajang RTC untuk mengungkap borok setiap subsidiary. Semua audit finding mereka rangkum dan jelaskan dalam bentuk power point.  Tapi bukan hal yang aneh juga sih, cuma bisa nyatet dan dibawa pulang untuk dievaluasi agar kesalahan tidak terulang kembali di masa depan :/.

Conference kali ini lebih berkesan, entah bagaimana tapi saya bahagia. Dan ya, berikut hasil jepretan saya,

amunisi sebelum berangkat 🙂

transit hongkong dulu 🙂

nyampe hongkong, “taipei mana taipei?”

nyampe juga di Taipei

hotelkuu

kamarkuu

kamarkuu [2]

KFC FTW

belajar rute MRT dulu biar pinter nyari tempat (walaupun kadang ujung-ujungnya pake taxi -_-“)

dat beauty

@Shilin night market. Kalo kayak gini caranya jadi susah nolak buat beli :p

Shilin night market

another evidence 🙂

makan malamnya ditraktir di sini.. uuuugghh keren banget jadi ga usah cape-cape nyari Taipei 101

from Shin Yeh Restaurant, 85th floor Taipei 101

menu-menu yang bakal disajikan.. taapiiiiiiiiiiiiiii

nasi goreng yang enak banget dan gurih (entah ada minyak babinya entah ngga) ditambah sambal cengek pedas yang ditumis setengah mateng pake bawang dan ini itu.. akhirnya ada juga makanan enak dan familiar yang disajikan 😥 i just can’t help myself, sampe nambah sepiring lagi dan bikin teman-teman dari India tertawa

dapet National Palace Museum ticket dari CFO Samsung Taiwan sepulang dari conference di hari ke-dua

bersamanya!!

Ximending

mejeng dolo di Ximending

shallow kumat

Yep, sekali lagi itulah sedikiiiiiit foto dari banyak foto yang ada di folder komputer saya..

Semoga bisa ada kesempatan untuk datang ke Treasury Conference selanjutnya 🙂

Can’t wait..

Asiiiiiiiikkk

•December 1, 2011 • Leave a Comment

Saat yang tepat untuk bertemu kawan-kawan.. Saat yang tepat untuk bersenang-senang.. Saat yang tepat untuk merasa lebih muda kembali.. Saat yang tepat untuk berolahraga.. Saat yang tepat untuk COD CD gratis.. Asiiiiiiiikk