It’s like someone throwing shit in my face

Biarkan saya bercerita tentang beberapa karyawan di satu perusahaan. Kinerja beberapa karyawan ini akan dinilai setiap semester dan berujung jumlah bonus yang akan didapat setiap karyawan dengan ketentuan sebagai berikut, nilai A=150% gaji pokok, nilai B=100% gaji pokok, nilai C=50% gaji pokok, nilai D=25% gaji pokok, nilai E=0%

Mari kita lihat apa yang dilakukan si para karyawan ini selama satu semester.

1. Karyawan O : Bekerja dengan sangat keras. Saking kerasnya dia bingung dengan pekerjaannya. Merasa overload dengan pekerjaan. Tidak bisa membuat pekerjaan menjadi mudah, malah mempersulit. Sangat detail dan saking detailnya hal-hal yang harusnya tidak diikutkan dalam pekerjaanya malah dilibatkan dan berujung kepusingan. Karena sudah merasa senior, dia menjadi bossy terhadap rekannya. Menyuruh junior mengerjakan pekerjaannya dan jika ada masalah si junior yang disalahkan dan dilaporkan ke atasan. Senang meremehkan pekerjaan orang lain dan membandingkan dengan pekerjaannya yang so-called berat. Jika berdebat lebih suka menjelaskan sesuatu yang rumit karena dia tidak suka sesuatu yang sederhana (padahal hal sederhana sudah cukup membantu dalam menyelesaikan masalah). Masuk kerja setiap hari (hari libur = hari kerja) dan pulang larut malam. Pulang kerja hanya saat bos sudah pulang dan jika bos cuti dia akan pulang sore. Sering menunda pekerjaan yang terlihat mudah yang ujung-ujungnya menjadi masalah dan ditutupi agar atasan tidak mengetahui. Mengabaikan orang yang membutuhkan bantuan. Pokonya intinya karyawan O ini butt kisser sejati yang selalu ingin dipandang kalau pekerjaanya sangat berat dan penting dan selalu menindas junior atau orang yang berada di bawah levelnya.

2. Karyawan P: Kapasitas pekerjaan yang biasa saja sehingga sangat tidak pernah sibuk. Bisa pulang sore setiap hari kerja. Pandai berkomunikasi. Sebenarnya tidak mengerti dengan pekerjaannya sendiri. Senang meremehkan pekerjaan orang. Karena kapasitas pekerjaan yang biasa saja dia masih sempat membuka online shop di facebook dan tentu saja jualannya masih berjalan lancar di saat jam kerja.

3. Karyawan Q: Mempunyai motto yang penting pekerjaan selesai tepat waktu. Mengemban pekerjaan yang lumayan berat dan sering mengerjakan dirty work para atasan. Multitasking (sambil bekerja bisa sambil browsing dan chatting dan sering diinterupsi oleh dirty work dari atasan). Jika sibuk ya dia akan overtime jika tidak “ngapain juga lah”. Mempunyai masalah dengan komunikasi lisan. Menunjukan kekesalan jika dilimpahkan kesalahan yang memang bukan pekerjaan dia atau mendapat suruhan pekerjaan yang tidak masuk diakal. Mood swinger. Selalu membuat to do list atau reminder untuk hal-hal yang penting.

4. Karyawan R: Serius dalam bekerja. Bisa membedakan mana working time dan playing time. Browsing hanya jika benar-benar pusing dengan pekerjaan atau saat jam istirahat. Don’t give a shit about what boss is saying, yang penting pekerjaan selesai dan benar. Sedikit sarkas.

5. Karyawan S: Sama seperti karyawan R, hanya saja karwayan S ini lebih sering mendapat tugas di luar kantor dan sang big boss mengatahui apa yang akan dia lakukan di luar kantor.

Big boss pernah mengatakan dalam suatu meeting dia menyukai karyawan yang aktif. Akhirnya datanglah saat penilaian dan berikut hasilnya:

1. Karyawan O: nilai A

2. Karyawan P: nilai B

3. Karyawan Q: nilai C

4. Karyawan R: nilai C

5. Karyawan S: nilai B

Mungkin ada yang mau memberikan tanggapan atau mau menceritakan moral of the story uraian di atas.. Silahkan.. Feel free to throw some shits in here..

Dan uraian di atas benar-benar terjadi, I mean IN A REAL FUCKIN’ LIFE!!!

Holy crap.. What happened to this fuckin’ world.. :SUPERFACEPALM:

Advertisements

~ by zkaeatworld on June 29, 2011.

2 Responses to “It’s like someone throwing shit in my face”

  1. Karyawan JD = Datang tepat waktu, tidak suka dengan makanan kantor, sering membawa bekal namun tidak suka berbagi dengan rekan kerja, selalu punya ide-ide gila dan radikal namun sulit diterima oleh atasan yang pola pikirnya masih dangkal, sering mempraktekkan jurus-jurus gulat kepada rekan kerja yang lengah…

  2. sepertinya tidak adil, bila membaca cerita di atas, menurut saya yang berhak mendapatkan nilai A seharusnya pegawai R *bukannya karna inisial namanya sama seperti saya yah, haha*
    tapi mungkin memang disanalah kelemahan manusia, sering terjebak kedalam pola penilaian subjektif.
    apa yang terlihat, maka itulah yang menjadi judgement.

    kalau mau berusaha ikhlas,apalah artinya pandangan manusia dibandingkan dengan penilaian Tuhan(Allah).
    bekerja dengan sebaik-baikknya sajalah ya.. Allah maha tahu. hasilnya insyAllah bisa dipetik di akhirat. dan tentunya lebih kekal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: